Another Thoughts

Ketika kesederhaan lebih melambangkan kebahagiaan dibanding kemewahan, disitulah kebersamaan lebih berperan, menari di atas kesepian, terdiam dalam keheningan, bahkan lebih diam dari pada hening itu sendiri.
Ketika hampa bukan tentang kekosongan semata, tapi lebih kepada kehilangan yang pernah ada, atau memiliki yang tak pernah ada.
Ketika duka bukan lagi akibat hilangnya tawa, namun canda yang enggan hinggap bahkan senyum hanya sebatas sapa, bukan lagi ekspresi dari rupa.
Ketika suka tak lagi terdefinisi, entah bahagia itu apa. Mereka bilang saat wajahmu sumringah. Tapi apa arti raut muka bila hati tak berbunga, bila pikiran kemana-mana, bila mata tak hanya sebatas jendela yang tertutup oleh kabut, buram, hitam, cenderung suram.
Bahkan ketika rasa itu sendiri tak mampu ditafsirkan, apa guna hati sebagai penerjemah bila ia sendiri kehilangan arah. Siapa yang akan menuntun bila ia sendiri banyak menuntut. Siapa yang akan menarik bila ia terus berkelit, berbelok, mencoba menoleh ke arah berlawanan, menganggap yang pernah ada harusnya tetap ada, dan yang ada harusnya tetap lah yang pernah ada.
kemudian hati kembali berbisik, (ingin berteriak sebenarnya) kenapa menolak berubah, dibubuhi tanda tanya. Namun kepada siapa tanda tanya itu berujung, kepadanya lah harus diganti dengan tanda seru. Menyadarkan diri, sentak diri sendiri. KENAPA MENOLAK BERUBAH !
Ingat, semua tangga menjenjang tinggi hingga bubungan. Tak pernah berada di anak tangga yang sama, karna tak kan pernah tinggi.
Ingat bagaimana dulu ketika rasa yang sama pernah hadir, lalu waktu menepis rasa itu seakan sampah. Kasusnya sama. Lalu kenapa jatuh ke lubang yang sama pula? Jangan hanya menunggu waktu. Waktu kadang tak sebaik itu. Tak ada kali kedua untuk waktu. Kamu lah yang harus menggerakkan waktu. Karena ini Waktu-Mu. Waktu ini punya imbuhan -Mu. Artinya milikmu. Benar-benar milikmu kali ini. Tinggal bagaimana kau menaruh waktu yang dulu pernah kau pinjam dari seorang guru untuk kau pedomani dalam menjalani waktumu. Sadari. Waktu ini milikmu.

God’s Plans always be the best.

Tuhan memang selalu memberi kejutan dalam setiap langkah kaki ini berpijak. Tuhan mengajari bagaimana bersyukur itu sangat Indah, dan buah dari kesabaran itu tak ternilai harganya. Bila menoleh ke belakang, akan nampak bayang-bayang di kala “masa pahit” itu pernah ada. Masa yang dilewati dengan aliran air mata, gundukan rasa kesal dan batin yang tertekan. Namun jika kini dirasa,  Aku bersyukur Tuhan menempatkanku pada masa itu, karena denganNya lah aku diberi pelajaran. Dan percayalah, pelajaran itu sangat berharga untukku. Tak ada peluh yang tanpa keluh, tapi dari sanalah banyak rahmat yang jatuh.
Tuhan begitu Indahnya merancang pertemuan dengan setiap orang yang hadir dalam hidupku. Coba bayangkan seseorang itu pada saat pertama kali bertemu. Ingat setiap sapa, uluran tangan dan raut wajahnya ketika kita menyebut nama. Dan bandingkan dengan keadaan saat ini. Wow. Bagaimana bisa? Bagaimana jika Tuhan tak pernah menghadirkannya dalam hidupku? Sebesar itu ternyata pengaruh dari satu sosok makhluk Tuhan ini.

Just Some Untold Thoughts

Did you ever think, for maybe just once in a lifetime, ” would somebody remember me when i’m gone” ?
this fucking thoughts successfully running my day for a few days.
well it might be caused by movement. So sick about this thing, just feel like I’ve done so hard to get to this far. But when i get comfort in this zone, i should leave them all alone. And it sucks for me to knowing another new people around, to be adaptated in a new places, just like trying to force a ring to be fit in a midllee finger. Well maybe in the past i got my tearsdrop whenever i’d go back to this place. but now, to think that i’m no longer step on this floor, it hurts me much more that even just a single tear couldn’t describe how sick i am. I just hate the fact that when i’m leaving then there’s nothing left too. the stories about me would be faded away in each time i stepped out. And the most scared thing is , i would never find a people like them anymore. The best coach who never get tired to teach me. The best friends to shared all my pains. The most honesty smile. Every single memories they’ve made when they laugh. I love to see them laugh. mostly because my joke, or just laughing at me. I found my life here. I found so many reason to live my life, not just living till leaving this whole world. I found happiness is just as simple as they called my name..
and all i ask is.. would you give me a little space in ur heart and let me be there ever after, so you can always keep me as ur little memories. and got a little smile when the thoughts of me suddenly cross ur mind :’) It’s so meaningful for me. You are just like a rainbow for me. maybe just a second, but you came after the rain of my life, then bought a little light which converted into so many beautiful color, you made my day more colorful. And last… You have rent a pieces of puzzle in my heart and my mind. And nobody can changed it. Thanks for everything. I’ll missed so many things. I’ll realized that just to have a seat on ur side is much valuable than all the chances i’ll get someday.

Morning Thoughts

Waktu memang berjalan tak pernah sama dengan yang kita rasakan. Jika dirasa-rasa, rasanya emang baru kemarin sore kaki ini mendarat di kota batubara ini. Lucunya , sudah hampir 7 bulan terakhir kaki ini setiap pagi menapak di atas lantai yang sama. Terkadang hentakkannya tegas, penuh semangat, diiringi sedikit lari-lari kecil. Ada pula masa-masa ketika rasanya berat sekali melangkahkan kaki ini. Langkahnya satu-satu, gontai, pelan dan tak pasti. Terkadang pula terhenti sejenak sebelum membuka pintu ruang itu, ruang tempatku bernaung 6 bulan terakhir. Berpikir, ada cerita apa hari ini disini? Baca lebih lanjut

Percapan Bersama Bintang

Ketika seseorang yang menjadi panutanku dan sangat ku hormati berkata untuk tidak menjadi seperti dirinya, seketika itu pula aku teringat secercah kisah tentang bintangku. Bintang yang selalu kuanggap hanya akan indah jika kulihat dari kejauhan. Dulu mungkin aku merasa silau, tak kuat menahan pendar cahaya bintang bila berada cukup dekat. Selain itu fakta bahwa untuk berpendar bintang rela tubuhnya dibakar membuatku merasa panasnya akan ikut membakar diriku jika aku berani mendekat. Pernah kuteringat, percakapanku bersama bintang. Bintang berkata “Jangan jadi seperti aku, habis dan hancur tubuhmu, semata-mata demi menyinari langit malam ini. Yang terkadang, tak terlihat cahayanya karena terhalang polusi. Yang terkadang hanya terlihat setitik lalu hilang sedetik karena terhalang debu.”
“Meski terkadang, ada pula yang rela mendaki tinggi meninggalkan polusi, membawa teropong agar pandangan tak terhalang debu, hanya untuk melihat bintang.” Sambungku.
Baik, bintang. Sini duduk bersamaku sejenak. Ingin kujelaskan betapa aku mengagumimu, namun rasanya kagum itu seakan sebatang lidi yang menjulang tinggi tanpa pondasi. Yang Kuingin kau tahu, bintang. Aku bermimpi menjadi sepertimu. Tak apa jika kau katakan akan sakit tubuhku digerogoti api, atau akan hilang ditelan malam, terhalang awan, ditutupi hujan, atau bahkan hanya bergantung di ujung langit, tak apa. Tak apa, bintang. Aku tetap ingin menjadi sepertimu. Ajari aku untuk menjadi sepertimu. Bakar semangatku dengan apimu. Silaukan aku dengan cahayamu. Aku tetap akan nekat mendekat. Karena sudah berabad-abad langit malam terlalu gelap. Ada masa ketika tubuhmu akan habis terbakar dan hilang cahayamu, maka aku bersedia berdiri di tempatmu pernah berdiri. Atau, jika waktu berbaik hati padaku, boleh kah aku duduk bersisian denganmu sebagai bintang ? dan menyinari gelapnya malam, bersama.

June,2016.

Sabtu dalam ‘Rindu’

Rasanya seperti mendengar gema dari dalam hati ini,ketika setiap kata itu perlahan kutelusuri dengan hati. Ya , karena aku membaca dalam hati. Dalam artian yang sebenarnya. Senang rasanya mantra yang kurapal selama ini ternyata bukan buaian hatiku semata. Setidaknya , aku merasa bahwa bukan hanya aku yang memikirkan hal itu. Bahkan sebelum pikiran itu sempat melintas di benakku, jauh sebelum itu telah terbit rangkaian kata yang mampu mengurai semuanya. Sempat terpikir, apakah aku terlambat menemukannya ? karena jika diingat seberapa susah aku dalam kesesatan itu mencari jawabannya, sedang jawaban itu tertulis dalam buku ini, gamblang, jelas, runtut, hingga yang perlu kulakukan hanya sebatas membaca,lalu memahami setiap katanya dan meyakininya dengan anggukan kepala.
Tapi tidak. Sungguh, proses itu lah yang membuat buku ini tak sesederhana hanya sebuah ‘buku’.  Bolehkah aku berterimakasih pada Tuhan , karena telah menghadirkan segala situasi itu dengan segala kekompleksannya ? Entahlah, aku hanya merasa perlu bersyukur bahwa aku menemukan jawaban itu lebih dulu dibanding jariku menggenggam buku ini. Jujur, sebelum semua cerita yang membuatku merasa butuh buku ini ada, Buku itu telah lama kudamba. Tapi lagilagi jalan Tuhan yang begitu Indah, baru sekarang mata hatiku diizinkan berjodoh dengannya.
Bukan maksud hati ingin meresensi buku ini, tidak. Aku tak berniat demikian. Hanya saja, setiap kata itu benarbenar akrab di hatiku.Kurapal setiap kali hati ini merasa gundah, entah gundah karena salah,resah atau bahagia. Merapal jawaban sempurna yang Tuhan hadirkan dengan cara tak sederhana.
Terakhir, akan kututup dengan sajak dari buku ini. Bagian terbaik menurutku. Karena sesungguhnya, bagian ini mewakili semua tanya yang dulu susah payah kuurai.Dan selengkapnya, pernah kutumpahkan dalam beberapa deret kata,sebelum ini. Baca sajalah ๐Ÿ™‚

image

Rindu ~ Tere Liye
“Wahai laut yang temaram, apalah arti memiliki? ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami.
Wahai laut yang lengang, apalah arti kehilangan ? Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan.
Wahai laut yang sunyi, apalah arti cinta ? Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah ? Bagaimana mungkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun ?
Wahai laut yang gelap, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja”

Kisah lain yang kubaca mungkin sangat indah, termasuk kisah ini. Seberapa beruntungnya mereka yang hidup dalam kisah ini. Dibuat sesempurna itu hidup mereka. Tapi lagilagi aku merasa Tuhan sangat baik padaku. Tangannya lah yang menggoreskan tinta kehidupan bagi ceritaku. Dan kau tahu ? Tuhan-lah penulis guratan cerita yang paling sempurna ๐Ÿ™‚ Seberuntung itulah aku .

Try Out USM STAN 2015 “AMPERA” Awal Menuju Punggawa Keuangan Negara

UN telah selesai! Apalagi yang kamu tunggu?
Saatnya kamu melatih dirimu di Try Out USM STAN dengan ratusan peserta lainnya dan siap untuk menjadi mahasiswa STAN!!!

IMG_20150402_200503

STAN BDK Palembang proudly present
๐ŸŽŠAMPERA 2015๐ŸŽŠ
” Awal Menuju Punggawa Keuangan Negara ”
Try out buat kalian yang berminat untuk menjadi calon punggawa keuangan negara dan ingin sekali untuk menguji kemampuan kamu diantara ratusan peserta Try-Out lainya!
Kapan sih?
Baca lebih lanjut